Seharusnya aku yang bertanya seperti itu,
Melihat, tidak ada lagi yang harus kulakukan
Untuk mendapatkan perhatian itu,
Terkadang aku berpikir,
“Akankah kau menoleh padaku lagi?”
Ketika itu, hanya aku yang ada di matamu,
Namun kini, perlahan namun pasti,
Aku yang disana, terkikis oleh kehadiran yang lain,
“Jangan ambil tempatku!”
Seharusnya, kau mempertahankanku,
Seharusnya, kau ada di depanku,
Tapi, mengapa tangannya yang kau genggam,
Bukan tanganku,
Mengapa senyumnya yang kau balas,
Bukan senyumku,
Yang kurasakan saat itu,
Dunia seakan mati, ketika kau ucapkan,
“Kau Siapa?”