Monday, August 23, 2010

saat itu,

sekali lagi ... , kepekatan menyelubungi penglihatanku ...
sekelilingku hampa
terputar kenangan akan dirimu
berulang.
suaramu ...
kehangatan tanganmu saat menggandengku
gaya dan bahasa tubuhmu yang khas.
dekapmu yang memberikan rasa paling aman di hatiku
kata-katamu yang menarikku keluar,
dari hisapan pasir kesedihan.
bahumu yang memberiku pegangan hingga dapat berjalan kembali
perhatian, penghiburan yang memoles latar hatiku dengan warna-warna lembut
kaulah ciptaan Tuhan yang paling sempurna di mataku ..

namun, sekarang ..
bisakah ku tetap berdiri tegak?
ketika akhirnya ku tahu,
semua tentang dirimu telah mati ..
hanya gaung tawamu yang masih membekas dalam hati
sisa-sisa kehangatan tanganmu dalam genggaman tanganku

tiba-tiba,
sinar dalam jiwaku padam
tanganku kehilangan pegangan
kumeraba tapi tak kutemukan apapun
kumenangis tapi tak seorang pun mendengar
kuberteriak tapi gurun di hadapanku terlalu luas,
SUARAKU hilang.

No comments:

Post a Comment